Total : 40Bab 1 Malam Pertama
Seseorang tiba-tiba mendorong tubuhku melesak kembali masuk ke kamar mandi. Napas hangatnya membuat
readmore Bab 2 Kejutan Hari H
"Mana? Di mana bercak darahnya?" Suamiku masih seperti orang kesurupan, membolak-balik sprey yang be
readmore Bab 3 Kejutan Hari H part 2
Akad nikah akhirnya digelar. Hanya ada dua keluarga besar yang hadir dan sebagian pengajar juga sant
readmore Bab 4 Kebaikan Gus Bed
Ya Allah, nakal juga Gus Bed. Tempo hari, saat di kampus, salah seorang mahasiswi sekaligus santriwa
readmore Bab 5 Tidak Bersandar pada Makhluk
“Dek ....” “Ya, Bang.” Tuhan ... beri hamba kekuatan menerima apa pun keputusannya. Kepada siapa lagi
readmore Bab 6 Kegaduhan pada Resepsi
Waktu telah berganti. Namun, bayangan menjijikkan Fay dan anaknya yang bisa saja sudah tumbuh dalam
readmore Bab 7 SHALLALLAHU ALA MUHAMMAD
‘Mas Indra yang tidak bisa mengendalikan diri dan memukuli Fay. Lalu keduanya adu mulut dan rahasiak
readmore Bab 8 Aku Pernah Sangat Menggilainya
“Loh, tole di sini.” Kiai Abdullah masuk dan menyapa begitu melihat Fay. “Hehe, iya Paklek. Kata Mama
readmore Bab 9 Akhirnya...
“Yakin, ndak mau dijemput?” Gus Bed bertanya menggoda. Kenapa sikap pria berkulit putih bersih itu s
readmore Bab 10 Sesaknya Cemburu
Mendengar dengkuran kecil, kualihkan tangan kekar Gus Bed yang melingkar di perut perlahan. Sepertin
readmore Bab 11 Test Pack
Ini hanya soal waktu Ibu. Semua akan terbongkar seiring berjalannya waktu yang kulalui bersama kekas
readmore Bab 12 Garis Merah
“Hamil?” Gus tersentak. Ia memandangku setelah sempat menoleh pada Fay. Detik kemudian, senyum terbe
readmore Bab 13 Keracunan Nasab
Ya Rabb ... bagaimana hamba akan menghadapi rasa bersalah yang makin besar ini? Apalagi yang bisa ku
readmore Bab 14 Sangkaan Seorang Hamba
“Exuse me ....” (permisi) Suara seorang cabin crew datang mengejutkan. Kami sontak menoleh. “Please do
readmore Bab 15 Ghadul Bashar
Apa yang sebenarnya terjadi, Gus? Jika kamu punya masa lalu, tak berkenan kah bercerita padaku? Apa k
readmore Bab 16 Flashback (POV GUSBED)
"Kapan giliran saya?" tanyaku pada PJ acara. "Setelah ini, Gus. Selesai Mbak Liana Anindita." Lelaki
readmore Bab 17 Kepribadian FAY
"Memangnya kalau kakak ikut, Li mau kasih apa?" godaku pada gadis cantik di ujung telepon, yang akhi
readmore Bab 18 Hati Seorang Ibu
Langkahku perlahan memasuki kamar dengan ornamen klasik. Menapaki deretan keramik kotak besar yang b
readmore Bab 19 Akhirnya Aku Harus Jujur
"Mau tambah?" Fay bertanya, tangannya memangku kepala di atas meja. Aku menggeleng. "Udah kenyang Kak
readmore Bab 20 Maafkan Aku Gus
"Wah, musim dingin." Bude Arina melangkah mendekat jendela. Dari sana benda putih-putih mulai berjat
readmore Bab 21 KHAWARIM AL MURU’AH
Jari-jariku bergerak mengusap kaca yang basah akibat uap salju, sembari memegang ponsel di sisi tang
readmore Bab 22 Aku Bukan Pezina
"Siapa sih, ini?" Sementara aku memegang map dan bolpoin mencatat nama latin tumbuhan yang berjejer
readmore Bab 23 Menghancurkan Atau Dihancurkan
"Li, kebaikan apa pun yang Fay tampakkan jangan mempercayainya. Saat ini antara kamu dan Fay hanya '
readmore Bab 24 TIPISNYA ANTARA PRASANGKA DAN WASPADA
Kutatap punggung dua pria yang tengah bicara di sofa. Wajah mereka begitu serius. Sesekali Gus membu
readmore Bab 25 Kehancuran FAY
Ponsel bergetar, pertanda sebuah pesan kembali masuk. Aku malas membukanya. Karena baru saja mendapa
readmore Bab 26 Menggugurkan Kandungan
"Ta-tapi Bu. Bagaimana kalau Gus Bed tau? Dia pasti akan sangat ...." tanyaku gugup. Yah, meski ada
readmore Bab 27 Kelahiran Seorang Bayi
Moodku benar-benar buruk pagi ini. Salah seorang abdi dalem bercerita bahwa Raudah mengajar di salah
readmore Bab 28 Bapak Biologis
"Apa masih sangat sakit?" Gus bertanya panik. Apa yang bisa kuucapkan? Kenyataannya pinggul ini rasa
readmore Bab 29 Benci pada Bayi
Bukan hanya bayangan indah bersama Gus Bed muncul, bayangan Fay pun menyusup dalam ingatan. "Jadi apa
readmore Bab 30 Awal Mala Petaka
"Bed, aku lihat mantanmu sering berkeliaran di pesantren. Apa itu tidak menyakiti hati istrimu?" tan
readmore Bab 31 Hukuman untuk Pezina
"Bagaimana kabarmu sekarang, Fay?" Dokter itu bicara seolah adalah sahabat bagiku. "Aku hancur." "Hanc
readmore Bab 32 Seperti Bunda Aisyah RA.
Tenanglah, Bed. Ini adalah berita yang belum tentu benar. Bukan kah Liana bilang sekali pun ia tidak
readmore Bab 33 Hukuman
Entah kenapa suasana ini jadi sangat tak menyenangkan? Ada sesuatu yang terasa ganjal. Abah terlihat
readmore Bab 34 Kesalahan yang Sama
"Muhammad Rifay. Hem ... nama yang bagus." Kiai Hanafi mengulum senyum. Sementara Fay tertunduk mend
readmore Bab 35 Pecundang
Tak ada yang tahu Ubed pergi dengan terpaksa. Bahkan dalam langkahnya wajah Liana memenuhi pandangan
readmore Bab 36 Tanggung Jawab
"Ada apa, Dek? Kenapa Dek Li begini?" Aishwa bertanya cemas. Dia sendiri sempat dengar kabar Liana k
readmore Bab 37 Hilang Akal
Mereka makin terhentak kaget mendapati dua orang yang memasuki ruangan. Melihat tubuh Fay yang terle
readmore Bab 38 DNA
Hati Ubaidillah hancur. Setiap kata dari banyaknya chat yang Liana kirim seperti berondongan peluru
readmore Bab 39 Keadilan
"Bukannya dia dulu pecandu sama kaya lo?" tanya seorang wanita yang mengenakan pantofel di seberang
readmore Bab 40 Kesungguhan Cinta Pada Roob
udah duduk menatap jendela yang terus di terpa gerimis di balkon rumahnya. Tangan menggenggam cangki
readmore
sangat bagus
07/08
0Menurutku Seru dan begitu lah
02/08
0Saya suka membaca cerita ini
22/01
0上他帮不上
21/11
0cerita nya bagus,lanjut lagi
20/11
0lumayan bagus
17/11
0bagus seru
16/11
0good novels
02/11
0Bagus
26/10
0ceritata ini sangat cocok di bacah orang dewasa atau anak kecil
12/10
0