Total : 901| Dua Garis Merah
“Katakan padaku, Katty, kenapa kau membawaku ke sini? Bukankah kita akan mengerjakan tugas musim pan
readmore 2| Ibu yang Bekerja Keras
“Aku melihatmu sedang dipeluk dan diraba-raba oleh Damian beberapa hari yang lalu. Aku tidak melihat
readmore 3| Diusir dari Rumah
“Bagaimana kau bisa?” Suara sang Ibu menggantung di udara dan tak selesai. “Bagaimana kau bisa melak
readmore 4| Tunawisma
Beberapa minggu kemudian, Niken sudah meninggalkan kota kecil tempat dia dan ibunya tinggal selama i
readmore 5| Serangan Seekor Serigala
Niken berusaha melarikan diri secepat kakinya bisa melangkah. “Aku tak ingin terlibat dengan masalah
readmore 6| Ranjang Rumah Sakit
Niken tersentak sadar seolah-olah terbangun dari mimpi yang panjang ketika membuka mata. Niken meras
readmore 7| Sang Penguntit
Niken muak mendengar bisikan dan nada bicara pria asing yang tak dikenalnya itu. Dia juga muak pada
readmore 8| Aku Ingin Menolongmu
“Nona, ini aku!” tegur Axel yang sudah berdiri di ujung gang sambil memasang wajah khawatir. “Jauhi a
readmore 9| Berikan Hidupmu Padaku
Niken tak punya pilihan dan dia menerima ajakan Axel untuk makan malam. Mereka duduk berhadapan di s
readmore 10| Adik yang Hilang
“Apa?” teriak Niken dengan sangat terkejut. Dia ingin memastikan bahwa apa yang dia dengar tidak sal
readmore 11| Kehilangan Ransel
“Carlos, biarkan dia pergi.” Axel memerintahkan kedua anak buahnya untuk menyingkir dan membiarkan Ni
readmore 12| Menyelinap di Antara Mahasiswa
“Keluar dari sini dasar gelandangan sialan!” teriak petugas kereta di stasiun berikutnya. Pria itu me
readmore 13| Pergilah, Gelandangan!
Niken benar-benar berhenti. Tubuhnya membeku dan tak bergerak sama sekali. Sedang satu kakinya sudah
readmore 14| Dia Menculikku
“Apa yang terjadi di sini?” Dua pria yang berjaga di depan pintu masuk ballroom dan juga Niken menole
readmore 15| Kamar Suit
“Kau mau menculikku?” teriak Niken. “Menculikmu?” Axel mengulangi kata-kata Niken dengan rasa tak per
readmore 16| Kontrak yang Menjebak
“Ranty, kau baik-baik saja?” teriak Axel sekali lagi. Niken menjadi panik di dalam kamar mandi. Dia m
readmore 17| Bekerjalah Padaku
"Ya, ini kontrak perjanjian agar kau tinggal denganku sampai utang-utangmu terlunasi!” “Tapi, kau ber
readmore 18| Aku Tahu Rahasiamu
Niken mematung di ambang pintu. Di depannya seorang pria berdiri menjulang dengan tubuh jangkungnya.
readmore 19| Makan Malam Istimewa
Para juru rias berhasil mengubah Niken menjadi seorang putri yang cantik malam itu. Mereka merasa pu
readmore 20| Temani Aku Tidur Malam Ini
Axel terkejut harus bertemu dengan perempuan yang tak pernah dia harapkan kehadirannya. Dia ingin me
readmore 21| Menahan Diri untuk Tidak Menyentuhmu
“Apa yang kau lakukan?” Axel berteriak tepat di depan wajah Niken. “Kenapa kau masih duduk di sana d
readmore 22| Sandiwara yang Mendebarkan
Axel berbaring miring di ranjang super empuk dan besarnya. Dia menopang kepala menggunakan tangan ka
readmore 23| Sambutan yang Mewah
Niken baru saja turun dari pesawat. Dia berjalan sambil menyeret koper kecil. Koper itu hampir tak a
readmore 24| Bergerak Tanpa Suara
Axel meraba rok selutut yang dikenakan Niken. Gadis itu beringsut mundur dan ketakutan. Dia berusaha
readmore 25| Niken Menghilang
Selama seharian Niken menghabiskan waktunya di dalam rumah. Entah dengan menonton televisi, mendenga
readmore 26| Kau Hanya Mainan untuk Axel
Niken duduk di sebuah cafe. Dia memilih tempat yang dekat dengan jendela kaca. Lalu lalang jalanan K
readmore 27| Serangan Para Dewan Direksi
Axel duduk di bagian paling ujung-tengah dari meja yang berbentuk oval itu. Total keseluruhan ada se
readmore 28| Luka yang Tersembunyi
Niken sengaja merintih dengan lebih keras untuk menarik perhatian Axel. Akhirnya, tatapan marah Axel
readmore 29| Salju Pertama
Niken dibangunkan oleh salju pertama yang turun di tahun itu titik matanya mengerjap dan melirik pad
readmore 30| Kebohonganmu Terkuak
Axel duduk di tepi ranjang sambil memegangi tangan Niken dan memeriksa denyut nadinya. Pria itu mena
readmore 31| Masa Lalu yang Muncul
Niken berjalan cepat-cepat meninggalkan perempuan yang baru saja tidak sengaja dia tabrak. Niken men
readmore 32| Tak ada yang Percaya
Axel duduk di salah satu bangku restoran tanpa mengalihkan perhatian dari ponselnya. Berulang kali d
readmore 33| Makan Malam Keluarga
“Kau yakin ingin menghadiri acara makan malam keluarga?” Niken baru menyelesaikan riasan terakhirnya
readmore 34| Kejutan yang Tidak Terduga
"Selamat datang di acara undangan makan malam keluarga besar Marais. Para kolega yang sudah bersedia
readmore 35| Keputusan yang Berani
Niken mengakhiri penampilannya dengan sangat sempurna dan memukau, tapi dia tak menyadari hal itu. K
readmore 36| Usaha Tanpa Batas
Niken tak bisa meneruskan kata-katanya. Karena bibir gadis itu sudah dibungkam rapat oleh bibir Axel
readmore 37| Louis dan Rencananya
Axel sudah hampir berlari menuju ke balkon kamar Niken ketika dia mendengar suara rintihan. Langkah
readmore 38| Sandiwara yang Buruk
“Mama....” Axel tertidur dengan posisi tubuh bersimpuh ke lantai sedangkan kepala dan tangannya bertu
readmore 39| 52 Hari Lagi
Sebelum Axel berjalan mendekat ke arah ranjang, Niken sudah menyibakkan selimut dan melompat turun.
readmore 40| Kau Akan Melamar Seseorang?
“Aku tak ingin kau pergi!” ujar Axel dengan nada memohon. Pria itu berada di lantai dasar. Dia duduk
readmore 41| Pertengkaran di Pinggir Jalan
“Kau?” Niken gemetar. Dia bahkan tak berani menyebutkan nama orang itu dengan bibirnya saat ini. “Yah
readmore 42| Lamaran yang Keliru
Andrew masih mencengkeram tangan Niken dan tak ada niat untuk melepaskan gadis itu sampai dia mendap
readmore 43| Waktu Berdua yang Singkat
“Apa yang terjadi?” Axel sudah berdiri di depan Niken. Gadis itu masih duduk sendirian di bangku tama
readmore 44| Skandal Cincin Lamaran
Niken keluar dari mobil begitu Marco menghentikannya di sebuah halaman rumah pantai yang sangat mewa
readmore 45| Undangan Pesta Peluncuran Majalah Film
Niken mendengar pintu yang terbanting menutup. Dia yakin Axel baru saha meninggalkan rumah. Gadis it
readmore 46| Bertemu dengan Louis Marais
Axel tidak mungkin tidak menghadiri undangan acara peluncuran majalah film tersebut. Karena itu adal
readmore 47| Kontrak Pernikahan
“Axel?” Mereka semua menoleh ke belakang dan melihat Clarissa berdiri di sana dengan gaun putih anggu
readmore 48| Pernikahan Palsu
Keesokan pagi sebelum sarapan, Niken tiba-tiba menyodorkan selembar kertas pada Axel. “Apa ini?” tany
readmore 49| Kurir yang Tak Dinginkan
Louis Marais berkunjung ke kantor Axel ketika Axel sedang sibuk dengan pekerjaannya. Louis masuk beg
readmore 50| Menukar Bayiku dengan Uang?
Niken mengepel lantai ruang tamu sambil memasak. Gadis itu benar-benar dituntut bekerja keras hingga
readmore 51| Ya, Aku Hamil!
Wajah Niken seketika pias saat tahu Axel mendengar semua percakapannya dengan Celine. Niken bahkan t
readmore 52| Pernikahan Cinderella
Saat Axel bangun di pagi hari dan pergi ke dapur untuk mengambil air, dia melihat sebuah catatan ter
readmore 53| Persetan dengan Kontrak!
“Katy?“ Niken terkejut melihat kemunculan Katy di pesta pernikahannya. Setelah beberapa waktu yang la
readmore 54| Darah di Gaun Pengantinku
“Axel Marais,” desis Niken. “Bersikaplah dewasa. Kau hanya seperti bayi besar yang sedang merajuk sa
readmore 55| Hadiah Permintaan Maaf
“Dasar kau bajingan!” keluh Niken di antara isak tangisnya. “Kau hampir membunuhku dan calon bayiku!
readmore 56| Penolakan dan Kecewa
Clarissa mendatangi Niken dan Axel yang sedang bermain kembang api di pantai. “Apa yang kau lakukan d
readmore 57| Hadiah Terindah
Niken kembali ke rumah pantai. Dia melihat Axel sedang tertidur di bangku taman sambil menutupkan bu
readmore 58| Tulisanmu Buruk Sekali
Niken dan Axel sudah bersiap akan pergi ke Magic Land. Barang-barang pribadi sudah mereka masukkan k
readmore 59| Pulang Larut dan Membuatku Cemburu
“Apa maksudmu? Apa kau memintaku untuk melakukan hal-hal yang buruk, Louis?” Louis tersenyum kaaku. D
readmore 60| Keluarlah dari Rumah Ini Sekarang Juga!
Niken tidak bisa berlari cepat karena dia harus berhati-hati dengan keselamatan bayi di dalam perutn
readmore 61| Ibu Mertua Seperti Penyihir
Celine Marais dan Niken Raswani duduk berhadapan di sofa ruang tamu rumah pantainya. Niken merasa san
readmore 62| Pengaruh Kuat Celine Marais
Axel buru-buru kembali ke rumah. Niken sudah menunggunya di ruang makan. Sejumlah hidangan sudah ter
readmore 63| Masa Lalu
Niken dan Axel berada dalam perjalanan kembali ke rumah pantai mereka. Mereka benar-benar berkendara
readmore 64| Menunggu Itu Menyebalkan
“Kau akan melakukan pemeriksaan kehamilan hari ini? Aku tidak bisa mengantarmu karena ada pekerjaan.
readmore 65| Teror Alat Tes Kehamilan
“Kau seharusnya tidak menjanjikan untuk menjemputku! Atau kau tidak seharusnya memintaku untuk menun
readmore 66| Aku Cemburu
Niken meninggalkan restoran. Dia sedang berdiri di pinggir jalan untuk menunggu taxi. Sebuah mobil h
readmore 67| Pengakuan Cinta Sepihak
Axel berada di kantornya. Dia duduk dengan gelisah tampak sedang menunggu seseorang. Pintu terbuka. Ax
readmore 68| Axel Selingkuh?
Axel baru kembali dari jogging. Setiap pagi sebelum berangkat kerja, dia selalu menyempatkan diri un
readmore 69| Terjebak
Axel dan Niken duduk berpelukan di sofa ruang tamu mereka. Di depan mereka ada seorang wartawan dan
readmore 70| Banyak Rahasia yang Tersimpan
Niken melepas kacamatanya. Dia masih duduk di depan laptop di meja kerjanya. Beberapa kali Niken men
readmore 71| Axel Cemburu
Niken dan Louis sudah masuk ke bioskop dan mencari tempat duduknya. Niken benar-benar terlihat gugup
readmore 72| Melepaskan Diri dari Obsesi Ingin Memiliki
“Ibuku?” Louis mengerutkan kening. “Niken, apa kau yakin ibuku ingin bertemu untuk membicarakan sesu
readmore 73| Pamer Kemesraan
“Niken, bersiaplah! Louis akan datang untuk makan malam di rumah kita.” Niken yang sedang bekerja dan
readmore 74| Kembali Menunggu dan Kecewa
Terjaga di pagi hari, Axel terlihat begitu gembira dan bersemangat. Niken sampai heran melihatnya. B
readmore 75| Hujan yang Menggigilkan
Niken tidak sadar betapa lelahnya dia semalaman. Sepanjang malam dia terus menangis dan marah sampai
readmore 76| Menjemput Istriku
“Aku bersikap dingin padamu?” tanya Louis sambil mengerutkan kening. “Ya!” Balas Niken. “Tinggalkan pe
readmore 77| Bersembunyi di Dalam Lemari
Dua bulan kemudian, Niken kembali bekerja dan bertemu dengan Louis untuk menyerahkan sinopsis yang s
readmore 78| Memperbarui Kontrak
Tarik-menarik terjadi selama beberapa menit yang melelahkan. Akhirnya Axel menyerah karena lemari it
readmore 79| Pernikahan Kontrak Tetaplan Sebuah Pernikahan
Niken memegang kontrak baru yang sudah mereka sepakati dan tandatangani. Niken benar-benar menyimpan
readmore 80| Kebohongan Terkuak
Niken menghela napas berat berkali-kali usai kepergian Clarissa. “Aku seharusnya tidak mengatakan hal
readmore 81| Merebut Niken dari Tanganku?
“Niken, aku meminta bertemu denganmu hari ini. Karena ada sesuatu yang ingin aku sampaikan padamu.”
readmore 82| Sang Pewaris
Pagi-pagi sekali, Carlos sudah datang ke rumah pantai Axel. Tepat ketika Axel akan berangkat kerja,
readmore 83| Terbongkarnya Pernikahan Kontrak
Sebulan pun berlalu usai terbongkarnya status pernikahan kontrak Niken dan Axel. Selama itu pula pem
readmore 84| Kelahiran Sang Bayi Alpha
Celine dan Louis sudah menunggu di kantor notaris yang ditunjuk oleh Tuan Marais. Mereka berkumpul d
readmore 85| Gadis yang Ditakdirkan Untukku
Sang pengacara membacakan isi surat wasiat yang kedua. “Tuan Marais mengatakan bahwa Tuan Axel bisa m
readmore 86| Niken, Aku Melamarmu!
Enam bulan kemudian… “Kau tidak perlu membawakanku bunga dan mainan untuk Angelie setiap kali berkunj
readmore 87| Axel di Dalam Persembunyiannya
Niken pulang ke rumahnya yang sepi dan gelap. Tempat pertama yang dia tujuh adalah bekas kamar Axel.
readmore 88| Khawatir tapi Malu untuk Mengaku
Niken berjalan-jalan di sepanjang pantai bersama dengan putri kecilnya. Dia meletakkan Angelie di da
readmore 89| Mantan Istriku Mengusirku
Axel kembali ke rumah pantai dan berlari dengan tergopoh-gopoh. Dia membuka pintu rumah yang tidak t
readmore 90| Berikan Hidupmu Padaku
Niken berhasil meloloskan diri dari pelukan Axel tanpa menjatuhkan harga dirinya. Dia mengembuskan n
readmore
seruuuu deh degan bacanya
23/06/2025
0sngat bguss
03/04/2025
0kisah yang sangat bagus
29/03/2025
0cerita yang menarik
18/03/2025
0ceritanya menarik
19/02/2025
0alur nya bagus banget
29/11/2024
0alur ceritanya sangat menarik
28/11/2024
0bagus
15/11/2024
0bagus
27/10/2024
0bagus
14/10/2024
0