Total : 91Bab 1 Keenan yang kasar
"Tak ada yang lebih melelahkan dari kata 'menunggu', tetapi kata 'Bertahan, walau tak diakui' itu ra
readmore Bab 2 Kecerobohan
"Aku membenci diriku sendiri. Saat tak bisa melawan sisi lemahku sendiri." --- Dilara Atma Melisia.
readmore Bab 3 Pertengkaran kecil
Air mata yang sempat bersembunyi di pelupuk mata kini jatuh menetes membasahi pipi tanpa diperintah.
readmore Bab 4 Kurang Beruntung
Dilara berjalan dengan tergesa-gesa di lorong kampus mengingat jam mata kuliahnya akan dimulai dalam
readmore Bab 5 Kemarahan Keenan
Dilara mengatur deru napasnya ketika sampai di depan pintu apartemen. Menatap pintu tersebut dengan
readmore Bab 6 Bertemu Alze
Entah mengapa hari ini Dilara tak henti-hentinya mengulas senyum kecil. Rasa bahagia menyeruak dalam
readmore Bab 7 Lagi-lagi Alze
Sungguh, Dilara sedang berada di posisi tidak menguntungkan. Ia bergeming seperti patung di tengah g
readmore Bab 8 Gosip
Dilara mengerjapkan mata kala merasakan intensitas cahaya matahari memasuki celah jendela kamar kos-
readmore Bab 9 Lintasan Masa Lalu
Sejak kelas pertama dan kedua berlangsung, Dilara merasa tak fokus. Pikirannya berkelana. Sekaligus
readmore Bab 10 Melepas
Dilara hendak pergi menghindari Keenan. Rasa takut menyelimuti benak melihat kemarahan yang tak bias
readmore Bab 11 Gosip Kembali
Dilara merenggangkan otot tubuhnya saat merasakan rasa pegal di sekujur tubuh. Matanya mengerjapkan,
readmore Bab 12 Awal Kehancuran
Tamparan keras menggelegar dalam gudang. Suasana hening dan menegangkan kini mendominasi. Napas Dila
readmore Bab 13 Perundungan
Dilara menyeka basah di pipi. Ucapan kepala Dekan masih terngiang-ngiang. Bingung harus pergi ke man
readmore Bab 14 Keenan tidak terima
Ruangan apartemen milik Keenan tampak berantakan. Pecahan kaca di mana-mana, juga darah yang sudah m
readmore Bab 15 Bertemu
Sudah dua hari Dilara tinggal bersama Yati. Menghindar dari dunia luar untuk sementara waktu. Berunt
readmore Bab 16 Kebersamaan yang hanya Sekejap
Semilir angin menerpa wajah Dilara. Senyum manis terbingkai di wajah merasakan tangannya digenggam o
readmore Bab 17 Enggan Pergi
Dilara merasa bersyukur karena Keenan kini sedang dalam penanganan pihak rumah sakit. Untung saja Ra
readmore Bab 18 Sakit Hati
"Keen, aku boleh tanya sesuatu sama kamu?" Keenan mengembuskan napas pelan. Merengkuh tubuh Dilara me
readmore Bab 19 Sebuah Fakta yang Menyakitkan
Dilara mengembuskan napas kasar saat tubuhnya direbahkan di sofa ruang tamu. Ia sudah selesai bersih
readmore Bab 20 Uluran Tangan
Langkah Dilara terhenti, kakinya terasa lemah tak kuat melanjutkan perjalanan pulang. Tubuhnya meros
readmore Bab 21 Orang Suruhan
Dilara menggaruk tengkuk leher yang tak gatal dengan kikuk. Merasa malu dengan sindiran dari Rayjen.
readmore Bab 22 Kembali Lagi
Setelah selesai berbicara dengan Yati sekaligus mandi agar tubuhnya merasa segar. Dilara memutuskan
readmore Bab 23 Berpisah
Keenan menarik rambut belakang Dilara. Membuat gadis itu meringis menahan sakit. Air mata kembali me
readmore Bab 24 Permintaan Rayjen
Kini Dilara sedang berada di sebuah resto atas paksaan dari Alze. Awalnya ia menolak untuk ikut, tet
readmore Bab 25 Sebuah permintaan, menuju kebahagiaan
Dilara mengerutkan dahi menunggu Rayjen melontarkan permintaan yang dimaksud. Hal inilah yang ditung
readmore Bab 26 Pertemuan yang Tak Terduga
Rasa gengsi dan egois membuat Keenan merasa tertekan. Ingin mencegah gadis itu agar tak pergi rasany
readmore Bab 27 Ingatan yang terhubung
"Pak, Bapak kenapa bicara seperti itu pada Keenan?" Setelah menaiki mobil ford ranger milik Rayjen. D
readmore Bab 28 Rayyan Jennowinata Yeonil a.k.a Rayjen
Seorang laki-laki bertubuh atletis dengan gaya berpakaian formal berjalan begitu wibawa sepanjang lo
readmore Bab 29 Asumsi Keenan
Seperti hari sebelumnya saat ia menginjakkan kaki ke rumah nenek Yati. Dilara membersihkan rumah, se
readmore Bab 30 Izin Rayjen
Keenan masih belum percaya bahwa anak dari sang paman ialah Rayjen. Sesudah kepergian Kailos, Fedrik
readmore Bab 31 Meresahkan
Setelah pembicaraan tentang poligami, Nova bersikap mendiami Rayjen. Membuat laki-laki itu paham ber
readmore Bab 32 Sebuah Momen
"Kita mau ke mana, sih?" Sepanjang jalan Dilara terus saja menggerutu dan memberontak agar cekalan di
readmore Bab 33 Ikatan yang Terhubung
Kini Dilara berada di kantor polisi bersama Keenan. Keduanya tengah di interogasi seperti maling saj
readmore Bab 34 Terikat oleh Masa Lalu
Setelah mendengar fakta mengejutkan bahwa Rayjen sudah menikah membuat Keenan bertekad mencari tahu
readmore Bab 35 Permintaan Keenan
Gemi mengumpat kala mobil yang dikendarai berhenti di pinggir jalan jauh dari kafe yang ia singgahi
readmore Bab 36 Bertengkar dengan sang Nenek
Sungguh, Yati benar-benar terkejut dengan ucapan Keenan. Ia bangun dari duduk, menatap tajam ke arah
readmore Bab 37 Keenan Vs Rayjen
Dilara mengatur deru napasnya. Perasaan khawatir menyeruak menyelimuti benak. Ia menoleh ke arah pin
readmore Bab 38 Pertemuan dengan Nova
Acara yasinan dari rombongan ibu-ibu pengajian yang dibawa oleh Yuyun sudah selesai. Apalagi pertuka
readmore Bab 39 Rasa Rindu
Sungguh, Keenan merasa bahagia melihat kehadiran sang mama. Wajah cantik itu kini telah kembali, apa
readmore Bab 40 Dendam Gemilang
Ruangan itu tampak temaran dan terasa mencekam. Tak ada penerang atau secercah cahaya dalam ruangan
readmore Bab 41 Sebuah Ancaman
Terik matahari terasa begitu menyengat. Jalanan kota Jakarta pun tampak ramai dipadati kemacetan ole
readmore Bab 42 Ancaman untuk Rayjen
Tinggal menghitung hari lagi, pernikahan Dilara akan segera berlangsung. Undangan pun sudah dipesan
readmore Bab 43 Pernikahan
Jika perempuan lain akan merasa bahagia saat hari pernikahannya tiba. Namun, tidak bagi Dilara ... p
readmore Bab 44 Pertumpahan Darah
Tubuh Dilara menengang mendengar suara Rayjen menggema dalam kamar tersebut. Ia menoleh ke arah pint
readmore Bab 45 Keenan Kritis
Sesampai di rumah sakit, segera para suster menyuruh pasien dibaringkan di atas brankar. Mendorong s
readmore Bab 46 Keenan yang malang
Lampu ruang operasi dimatikan, menandakan operasi tersebut sudah selesai. Pintu pun terbuka, memperl
readmore Bab 47 Keputusan Dilara
Dilara melipat mukena yang tengah dikenakan setelah menunaikan salat ashar. Sudah dua hari ia menema
readmore Bab 48 Sah!
"Saya terima nikah dan kawinnya Dilara Atma Melisia binti Faizan Airil Bahri dengan mas kawin sebesa
readmore Bab 49 Rumah Baru Dilara
Satu hal yang paling memuakkan dalam hidup ialah pertengkaran kedua orang tua. Alze menutup telinga
readmore Bab 50 Malam Pertama
Dilara mengerjapkan mata saat merasakan berat di atas perutnya. Perlahan manik mata yang terpejam it
readmore Bab 51 Rasa Sakit Hati Keenan
Di rumah sakit, Dilara bertemu dengan Dista juga Fedrik. Menyalami tangan kedua orang tua itu dengan
readmore Bab 52 Kedatangan Gemilang
"Kamu enggak apa-apa, Keen?" Dista bertanya seraya menatap khawatir pada Keenan. Pasalnya sedari tadi
readmore Bab 53 Perihal Ketupat Sayur
Sudah satu bulan Dilara hidup bersama Rayjen. Berbagi suka maupun duka bersama. Namun, tidak selaman
readmore Bab 54 Kehamilan Dilara
Keenan membelalakkan mata saat membaca pesan whatsapp dari Ajil seorang teman satu organisasi waktu
readmore Bab 55 Keenan Iri
Setelah pulang dari rumah Alze. Keenan mampir di rumah Nenek Yati. Katanya ada kabar gembira yang ha
readmore Bab 56 Rasa Iri istri pertama
Rayjen begitu bahagia, ia tak henti-hentinya membicarakan banyak hal pada Dilara. Setelah sekian lam
readmore Bab 57 Masa Lalu Gemilang
Setelah rencana gagal membunuh Keenan. Gemilang kembali menyusun rencana baru agar bisa melihat laki
readmore Bab 58 Titik Terang
Satu minggu Keenan benar-benar disibukkan oleh kasus kematian Alze serta dalang dari aksi penembakan
readmore Bab 59 Mencoba Berteman
Selama hamil, Rayjen selalu berada di samping Dilara. Bahkan laki-laki itu jarang sekali menjenguk a
readmore Bab 60 Peduli apa sama sekali belum menerima?
Kabar mengenai kedekatan Nova dan Dilara didengar oleh Catrine. Wanita setengah baya itu berusaha me
readmore Bab 61 Pertemuan Gemilang dan Dista
Sesuai dengan diskusi kemarin juga penyusunan strategi guna mendapatkan bukti tentang kematian Alze
readmore Bab 62 Keenan dan Gemilang
Setelah menyelidiki gudang tersebut, Keenan memilih pulang daripada harus ke tempat Kailos karena sa
readmore Bab 63 Kedatangan Kailos
Atmosfer dalam ruang tamu mendadak mencekam. Keenan mengepal tangan guna meredakan emosinya. Tatapan
readmore Bab 64 Kebenaran
Sungguh, berbagai memori masa silam kini berputar di kepala. Membuat rasa sakit kian menyelimuti. Di
readmore Bab 65 Keenan dan Dilara
Dilara merebahkan tubuh ke atas ranjang. Seharian ini ia menghabiskan waktu bersama Nova. Entah itu
readmore Bab 66 Permainan Takdir
Keenan merasa lega, mendengar bahwa gudang penyimpanan senjata milik Gemilang sudah disita. Setidakn
readmore Bab 67 Soal Jodoh
Keenan memandang tubuh Kailos yang terbaring dengan perban di kepala serta tangan. Ada rasa kasihan
readmore Bab 68 Dista dan Dilara
Rayjen memandang layar monitor ponselnya dengan tatapan yang sulit diartikan. Hal tersebut membuat C
readmore Bab 69 Ketakutan Nova
Rayjen sudah sampai di rumah. Pandangannya tertuju pada Nova yang tengah menyiapkan makan malam. Lal
readmore Bab 70 Kebohongan
Dilara menatap tidak percaya pada Keenan yang datang ke rumah, tempat tinggal di mana Rayjen berada.
readmore Bab 71 Keenan Menyesal
Sesudah selesai di dalam kamar mandi. Kini Dilara dan Keenan mampir di tukang rujak buah tepat di se
readmore Bab 72 Larangan
Tubuh Keenan membeku melihat tubuh sang papa terbujur kaku dengan ditutupi oleh kain jarik bercorak
readmore Bab 73 Rencana Gemilang
Sejak perbincangan dua hari yang lalu dengan Rayjen. Tentang kedekatan Dilara dan Keenan. Bahkan sej
readmore Bab 74 Fitnah
Keenan merasa kepalanya terasa berat. Ia berusaha mengerjapkan mata dengan susah payah, mengucek den
readmore Bab 75 Terbebas
"Oke! Gue enggak akan mati cuma jadi gelandangan. Apalagi enggak di fasilitaskan sama lo!" Amarah Ke
readmore Bab 76 Tanggung Jawab Keenan
Ajil terdiam mendengar cerita dari Keenan yang sedang difitnah oleh musuh laki-laki itu sendiri. Ia
readmore Bab 77 Kebenaran dibalik Kematian Alze
Gemilang tertawa puas dalam ruang pribadinya. Menaikkan kaki ke atas meja sembari memainkan bolpoin
readmore Bab 78 Rasa Curiga
Keenan ingin menghubungi Ajil. Namun, tidak jadi saat melihat laki-laki itu tengah mengobrol bersama
readmore Bab 79 Dilara Bahagia
"Keen, kamu bawa pulang bayi siapa?" Dilara yang membukakan pintu untuk Keenan terkejut saat laki-la
readmore Bab 80 Rayjen Bimbang
Keputusan menceraikan Dilara membuat Rayjen begitu kacau. Perasaan gelisah selalu merasuki dalam ben
readmore Bab 81 Surat Penceraian
Keenan mengangguk mengiakan setelah mendengarkan penjelasan dari Dilara. Ia izin untuk membersihkan
readmore Bab 82 Rasa yang sempat hilang
Gemilang merasa ada yang aneh di ulu hati saat berada di sisi Dista. Niat hati ingin memanfaatkan wa
readmore Bab 83 Momen yang tercipta
Sesuai dengan permintaan Ajil, Keenan dan Dilara menetap di rumah milik Ajil. Walaupun dengan rasa t
readmore Bab 84 Momen yang tercipta 2
Dua kali Dilara dan Keenan naik angkot, turun di tempat berbeda. Keenan sangat penasaran ke mana tem
readmore Bab 85 Pesan dari Keenan
Dilara menatap pantulan bayangan di cermin sembari mengelus pelan perutnya. Usia kandungan memasuki
readmore Bab 86 Kebenaran dibalik Fitnah
Kalimat itu seperti mengejek. Rayjen menguatkan batin supaya tidak terpancing dengan pesan yang diki
readmore Bab 87 Kebingungan Keenan
Untung saja sebelum Dilara dan Aleya masuk, Keenan sudah lebih dulu membereskan laptop beserta kerta
readmore Bab 88 Penenang dan Ngidam Dilara
Keenan kembali pada kebiasaan dulu. Merokok sembari ditemani segelas soda botol demi bisa meringanka
readmore Bab 89 Rayjen VS Keenan
Mendung di luar sudah berubah menjadi gerimis. Udara dingin mulai naik, membuat permukaan kaca jende
readmore Bab 90 Kecelakaan
Sesampai di basemen kantor, Keenan mengulas senyum kemenangan melihat Rayjen tengah di landa rasa be
readmore Bab 91 Akhir
Dilara dan Ajil sudah sampai di rumah sakit. Keduanya berlarian mencari ruang di mana Keenan sedang
readmore
luar biasa
31/05
0sangat memuaskan
21/01
0bagus
07/01
0cerita nya seru
18/10
0kasihan ih
10/09/2025
1menarik
25/07/2025
0bagus
15/06/2025
0are you oky
06/06/2025
0bagus banget
29/04/2025
0bagus novelnya
20/04/2025
0