Total : 32Bab 1 Menjadi Pengantin Pengganti
"Sebagai ganti Celine saya akan menikahi adiknya, Ma!" ucap lelaki berjas putih sembari mengeratkan
readmore Bab 2 Tak Diinginkan
Nyeri. Kalimat meremehkan itu membawa perih merayapi permukaan hati Olivia. Tak mungkin bisa berdebat,
readmore Bab 3 Tak Boleh Menangis Lagi
Ini hari kedua Olivia dirawat. Kemaren, keluarga Trenggono langsung memindahkan perawatannya ke klin
readmore Bab 4 Kasih Ibu Mertua
“Sayang, kenalkan ini Andira. Dia akan jadi temanmu di sini. Siapa tau kalau mama pas tiba-tiba ikut
readmore Bab 5 Di Balik Sikap Manis
Mengira menaklukkan hati Olivia bukan hal sulit, membuat Yudha sempat melambung tinggi. Malam pertam
readmore Bab 6 Hadirnya Masa Lalu
“Andira hari ini libur. Besok pagi datang kayak biasa, baliknya sore. Pokoknya kalo nggak ada orang,
readmore Bab 7 Dihantui Resah
Sekembalinya ke pekarangan villa napas Yudha tersengal, tubuhnya berpeluh. Sebelum masuk, ia membung
readmore Bab 8 Masih Dihantui Resah
Lima detik hening di ruang tamu itu, seperti tak ada makhluk di sekitarnya. Padahal ada empat orang
readmore Bab 9 Kesepakatan dan Keputusan
Yudha sakit?” Mariah bertanya, melihat Olivia mengoleskan selai kacang pada dua lembar roti, memasuk
readmore Bab 10 Rencana
Kening Olivia mendapat empat jahitan. Masih berkedut nyeri, terasa sampai ke bagian dalam bola mata.
readmore Bab 11 Berdiri di Kaki Sendiri
Mariah melangkah anggun dari pintu pagar menuju halaman rumah. Kehadirannya mengagetkan Olivia. “M-Ma
readmore Bab 12 Pengusiran Secara Halus
“Mama belum bisa pulang. Masih dua acara harus mama ikuti. Nggak apa, ya, Liv? “Oh, nggak apa, Ma. Ol
readmore Bab 13 Pergi
Alarm memekik, menyentak Yudha segera terbangun. Ia terduduk dengan linglung. Si*l! Ia mengumpat, mer
readmore Bab 14 Tekanan
Setiba di rumah sakit, Yudha langsung menghampiri Nuria yang duduk di bangku besi. Hati-hati ia bert
readmore Bab 15 Sentuhannya Berbeda
"Surat rumah untuk apa, Ma?" Malah mendapat pertanyaan balik, Mariah putuskan bergerak sendiri. Ia me
readmore Bab 16 Ingin Lepas
Beberapa detik keduanya sama-sama terkejut, saling menjauhkan wajah dalam gerak canggung. Masing-mas
readmore Bab 17 Nasi Sudah Jadi Bubur
"Terus terang mama nggak suka, ya, kalau karena Yudha kamu tinggalin mama juga, Olive." "Ma-maaf, Ma
readmore Bab 18 Apa Maksudnya?
Tetap pada keputusan, Olivia bersikeras pergi. Ia sudah mengirim pesan pada Erlan minta tolong nanti
readmore Bab 19 Ancaman Pria Asing
"Maaf, M-Mas. Olive tetap nggak bi-sa." Jawaban sama diulang sampai tiga kali, selama ia duduk di sin
readmore Bab 20 Kabar Buruk
Satu jam setelah menghilangnya Olivia, suasana di depan Chicken Rocket—nama restaurant mini milik Er
readmore Bab 21 Duka
Duka menyelimuti, wanita tercinta harus diikhlaskan pergi. Meski lelaki paruh baya itu tampak tegar,
readmore Bab 22 Murka
"Maaf, Pa, Yudha harus pergi sebentar." Setelah mendapat anggukan Trenggono ia segera melesat keluar.
readmore Bab 23 Pesan Terakhir
"To-long, jangan ganggu ak-aku lagi ...." Olivia menolak keras Hans ingin mengantarkan pulang. Setel
readmore Bab 24 Sakit
"Ma ... Ma-ma Ol-live nggak apa, Ma ... Olive nggak ma-rah ..." tangis Olivia makin sesenggukan. Ia
readmore Bab 25 Hans
"Mamamu sempat berharap, kamu yang meneruskan usahanya." "Saya cuma menantu, Pa-" "Kami tidak mengangg
readmore Bab 26 Papa Kandung
"Yakin Pak Abizar bokap lo?" "Entah. Maka-nya aku mau ke-temu." "Lo gak tau ini rumah siapa?" Kening Ol
readmore Bab 27 Saka
'Kenapa dia juga ada di sini?' Jantung Olivia berdebar halus melihat pria itu makin mendekat. Gerak c
readmore Bab 28 Olivia Kini
“Setelah tau Mas mau apa?" Wajah Yudha makin kaku. Tak ingin menduga-duga isi pikiran lelaki itu, Oli
readmore Bab 29 Hari Baru
"Oh, a, itu Papa. Temenin Papa makan," jelas Olivia sempat tergagap karena sedikit kaget. "Papa sudah
readmore Bab 30 Pesan Erlan
"Pak Charles sudah menunggu. Nah, itu beliau," ucap lelaki itu lagi begitu di pintu masuk seseorang
readmore Bab 31 Saka dan Hans
Kembali ke rumah Olivia menerima kartu dari Hans yang dititipkan pada Bibik. Ia kira berisi ucapan s
readmore Bab 32 Akhir
Di tempat lain, suara lantunan ayat suci mengisi ruang luas berlangit-langit tinggi. Keluar dari bib
readmore
good
03/12
0sangat bagus
15/11
0sangat bagus dan alur cerita sangat lah manerik
20/07/2025
0bagus sekali
14/07/2025
0Bagus bangett 😘
08/06/2025
0kerennya
18/03/2025
0bagus banget
14/03/2025
0mntap
06/03/2025
0bagus
26/01/2025
0mantap
04/01/2025
0