Total : 79Bab 1 Hari pertama di rumah Pak Cahyo
Panas, Jakarta siang ini sedang terik-teriknya. Mataharinya terasa menusuk kulit hingga ke dalam por
readmore Bab 2 Antara sarapan dan kisah cinta Bimo
"Pagi, Mbok." Senyuman ramah Bimo membuat simbok yang sedang menata makanan di meja tersipu malu. Si
readmore Bab 3 Cinta tak terbalas
Hari ini, dosen pertama Bimo berhalangan hadir. Biasa, pasti alasannya tidak lain tidak bukan karena
readmore Bab 4 Sakit hati
Kalau ada yang bilang cinta itu bikin orang jadi bodoh, itu adalah kenyataan. Dan memang banyak oran
readmore Bab 5 Cemburu
Dunia perkuliahan itu kejam. Iya, bener kejam. Siapa yang tidak lulus, ya mengulang tahun depan. Apa
readmore Bab 6 Mantan terindah
Dulu, Bimo pernah jatuh cinta. Pernah punya kekasih dan pernah juga patah hati. Cinta pertama Bimo,
readmore Bab 7 Patah hati terbaik
"Bimo...." Rayya berteriak di sepanjang koridor fakultas ekonomi hingga semua orang menoleh dan mend
readmore Bab 8 Ada rasa diantara kita
"Hadi!!!" Teriakan lima oktaf Bimo mengguncang kost-an pak Cahyo pagi ini. Hadi si tersangka yang se
readmore Bab 9 Menghindari itu lebih baik
Sudah dua Minggu lamanya Bimo dan Rayya berjauhan. Selama itu pula, Bimo sibuk dengan berbagai acara
readmore Bab 10 Saran aneh
Kalau ada yang bilang cinta itu bikin orang jadi bodoh, itu adalah kenyataan. Dan memang banyak oran
readmore Bab 11 Keributan di bazaar
"Hari ini Bazaar, Bim?" Abbi bertanya dengan suara cukup tinggi. Bimo menoleh lalu mengangguk. Sarap
readmore Bab 12 Marco mengancam
"Lepasin, Marco. Tangan aku sakit." Rayya berulang kali mengibaskan tangannya dengan keras agar Marc
readmore Bab 13 Jomblo bersama-sama
Setelah hampir satu minggu lamanya Bimo berkutat dengan kesibukan bazaar, maka minggu ini adalah wak
readmore Bab 14 Sedekah jodoh
"Anak-anak, ayo sini kumpul," teriak Pak Cahyo dari luar rumah. Bimo dan Kuncoro yang sedang duduk m
readmore Bab 15 Ada kesempatan
Sudah masuk liburan. Bimo dan sahabatnya memilih liburan di sekitar Jakarta. Belum ada rencana tapi
readmore Bab 16 Perbincangan serius
"Gue bingung." Semua menoleh. Ketiga sahabatnya termasuk Keyla yang nampak penasaran dengan gelagat
readmore Bab 17 Waktunya liburan
Tok tok Suara ketukan di pintu kamar Bimo terdengar jelas. Dua kali ketukannya menyambangi kamar Bim
readmore Bab 18 Tembak menembak
Acara dimulai. Hadi menarik napas panjang lalu menghempasnya perlahan. Ia berkali-kali mengusap pelu
readmore Bab 19 Jangan dekati
Jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Biasanya, pintu kost sudah ditutup oleh simbok. Berbeda
readmore Bab 20 Persiapan kafe
Dua minggu berjalan, akhirnya liburan pun selesai tanpa ada kenangan indah. Empat bujang penghuni ko
readmore Bab 21 Penasaran
"Kamu enggak suka makanannya ya?" Bimo memasang wajah masam sejak kejadian tadi siang di kantin dan
readmore Bab 22 Ganjen
Srekk srekk "Ahh... capeknya." Sabtu pagi hari jadwalnya bersih-bersih rumah. Sejak pukul enam pagi,
readmore Bab 23 Online dating
Kuncoro berdiri sekitar setengah jam lebih di depan kamar Hadi sambil membawa ponselnya. Tak lupa di
readmore Bab 24 Bubar!
"Tahun ini, ada tiga orang mahasiswa terbaik yang terpilih menjadi duta kampus dan juga calon mahasi
readmore Bab 25 Grasak-grusuk di mobil
"Panas banget Jakarta," keluh Kuncoro. Dua botol minuman dingin ditambah dengan es teh manis yang di
readmore Bab 26 Ketakutan
Hadi dan Kuncoro masuk ke dalam rumah dengan keadaan panas dingin ketakutan. Mereka saling melirik s
readmore Bab 27 Akibat bergunjing
"Woii..." teriakan pria bertubuh besar itu menggema di seantero lorong fakultas bahasa hingga perpus
readmore Bab 28 Depan mata
Setelah selesai masalahnya dengan Dani, Hadi dan Kuncoro memilih jadi pendiam. Mereka tidak lagi ban
readmore Bab 29 Baikan
Hadi menggerutu dengan bibir yang dikerucutkan setengahnya. Kakinya pun menghentak kasar lantai kera
readmore Bab 30 Main mata
Bimo sudah tahu jika Rayya sedang sibuk minggu pertengahan perkuliahan. Tak masalah karena ia pun ju
readmore Bab 31 Ketahuan
"Ah capek." Bimo menggeliat pelan, merilekskan ototnya yang sedari tadi kaku. Hampir lima jam lebih
readmore Bab 32 Katanya
Kuncoro dan Syafa belum pernah berkencan selama mereka menjadi pasangan kekasih. Setiap harinya mere
readmore Bab 33 Hampir saja
"Bimo..." Rayya berteriak nyaring memanggil Bimo. Setengah berlari ia mengejar kekasihnya yang berja
readmore Bab 34 Menolak
Bimo menoleh saat mendengar seseorang memanggil namanya dari arah belakang. Orang itu memanggilnya d
readmore Bab 35 Lagi sakit
Srott Srott Berkali-kali Bimo menarik hidungnya yang tersumbat hingga terdengar bunyinya. Suaranya c
readmore Bab 36 Bohong
Bimo mengunyah makanannya sambil melamun. Matanya tak henti menatap wajah Rayya yang terus menunduk
readmore Bab 37 Rencana maju
Huft Lembaran kertas yang Bimo dapatkan dari pak Rangga membuatnya bingung dan pusing sendiri. Pasal
readmore Bab 38 Selamat jalan cepat kembali
Pagi hari sebelum berangkat "Kun, lontong udah masuk mobil belum," teriak Hadi dari depan pintu ruma
readmore Bab 39 Suatu saat di stasiun radio
Bimo dan Marco duduk bersebelahan di ruangan kecil samping studio radio kampus tempat mereka akan si
readmore Bab 40 Rumor
"Si Bimo kagak ada kabar?" "Kagak. Emang kenapa?" Hadi dan Kuncoro kini tengah bersantai di teras de
readmore Bab 41 Sindir
Sindir menyindir rupanya sudah menjadi sesuatu yang menarik setiap harinya bagi seorang wanita. Meny
readmore Bab 42 Orang baru
Satu bulan kemudian Tokk...tokkk.. "Assalamualaikum..." Hening sejenak. Lalu terdengar lagi. Tokk...
readmore Bab 43 Ngegombal
Hadi dan Keyla menebar kebahagiaan di teras rumah pak Cahyo malam ini. Bertemankan cahaya bulan dan
readmore Bab 44 Nganter Artha
Pagi hari di kediaman rumah pak Cahyo yang penuh canda tawa. "Kun, lihat messes yang kemarin gue bel
readmore Bab 45 Ada apa dengan Bimo?
Ospek telah tiba. Artha si mahasiswa baru sudah siap dengan amunisinya. Sejak sebelum subuh, dia sud
readmore Bab 46 Labrak
Beberapa bulan sejak Aya bertemu Bimo di Melbourne, keduanya jadi bahan perbincangan yang cukup rama
readmore Bab 47 Pejuang kampus
"Haahh...." Kuncoro mendaratkan pantatnya di sofa ruang tamu dengan keluhan yang keluar dari mulutny
readmore Bab 48 Ditraktir Kuncoro
Kuncoro mematut dirinya di depan cermin lemari. Kemeja warna biru dipadankan dengan celana hitam dan
readmore Bab 49 Mahasiswa kere
Hubungan asmara antara Syafa dan Kuncoro sudah mulai membaik tapi juga sedikit memburuk. Setelah per
readmore Bab 50 Benih cinta saat demo
Pukul enam pagi Kuncoro dan Hadi sudah meluncur menuju kampus dengan motor besarnya. Tak lupa membaw
readmore Bab 51 Pedekate
Kuncoro terhuyung masuk ke dalam rumah. Ia pun melempar kunci motor dan jasnya ke atas ranjang. Tubu
readmore Bab 52 Kisah kita telah usai
Hadi menarik tangan Kuncoro masuk ke ruangan kerja miliknya yang terletak di lantai dua kafe. Diikut
readmore Bab 53 Dijebak
"Ih, lucu banget. Mau itu dong," rengek Keyla menarik-narik tangan Hadi yang dari tadi fokus dengan
readmore Bab 54 Video viral
Degg Jantung Hadi dan Abbi mendadak seperti turun ke bawah. Matanya tak henti menatap video yang beb
readmore Bab 55 Pengakuan yang lupa
Kuncoro dan Syafa terdiam hampir setengah jam berdua di perpustakaan kampus. Syafa baru saja menyele
readmore Bab 56 Bimo pulang
Jika menunggu itu menyenangkan, itulah cinta. Ungkapan yang tepat untuk sepasang calon kekasih kedua
readmore Bab 57 Gelisah
Sepulangnya Syafa, seluruh tanda tanya berputar di kepalanya. Apakah benar yang dikatakan oleh Emma
readmore Bab 58 Fakta terungkap
Abbi melebarkan senyum manisnya sambil bertatapan dengan ponsel di teras rumah. Ditemani Kuncoro yan
readmore Bab 59 Bapak galak
Setelah hampir tiga jam lamanya Syafa terbaring lemah di ranjang rumah sakit, ia pun terbangun. Mata
readmore Bab 60 Gibahin bapaknya Syafa
Awalnya, Bimo tidak mau cerita tentang ayah Syafa tapi lama kelamaan seru juga. Apalagi Kuncoro meng
readmore Bab 61 Ehem
Bimo tertawa geli melihat wajah merah Kuncoro setelah menceritakan tentang keromantisannya di kafe H
readmore Bab 62 Semester Baru Dan Kisahnya
Perkuliahan pun dimulai. Liburan semester telah usai, saatnya kembali ke dunia kampus. Bimo dan saha
readmore Bab 63 Memangnya Kita Pacaran?
Bimo kesal. Tiap kali ia fokus belajar, selalu saja ada hambatannya. Ia menghela napasnya kasar. Pas
readmore Bab 64 Broken Heart
Bimo tak mendapat kabar tentang Rayya sejak kemarin. Setelah mengirimkan pesan yang membuat Rayya se
readmore Bab 65 Galau
Kuncoro duduk menghadap pagar yang mengarah ke jalan besar di depan rumah pak Cahyo. Satu tangannya
readmore Bab 66 Kencan Martabak
Kuncoro baru saja meletakkan pantatnya di pendopo sehabis berjalan mengitari kampus mencari dosennya
readmore Bab 67 Semua Pergi
"Kamu enggak apa-apa, kan?" tanya Rayya tiba-tiba. Bimo yang baru saja datang mengambil motornya di
readmore Bab 68 Versus
Minggu ini Minggu pertama Bimo mencoba siaran radio di tempat Kuncoro bekerja. Tidak ada yang menari
readmore Bab 69 Ijo Lumut
"Bim, kita ini ijo lumut kan ya?" Kuncoro mencolek lengan Bimo hingga si empunya kesal. Bimo risih,
readmore Bab 70 Ngambek
Suasana pagi yang seharusnya ceria, kini hanya terdengar suara gemericik akuarium dari ruang tengah.
readmore Bab 71 Masih Ngambek
Hari kedua Kuncoro dan Hadi marahan. Pukul lima pagi, saat penghuni kost baru memulai harinya dengan
readmore Bab 72 Ngerayu
Hadi meminta wangsit dari Abbi dan Keyla tentang bagaimana caranya berbaikan dengan Kuncoro. Awalnya
readmore Bab 73 Rasanya
Rayya salah tingkah. Ia melihat adanya kecemburuan dari mata Bimo dan gerak tubuhnya yang sedikit ge
readmore Bab 74 Ketemu Mantan
"Jadi, sebenarnya bapak ingin bertemu dengan Bimo karena urusannya Syafa. Kemarin dia merengek, kata
readmore Bab 75 Tidak Setuju
Sebenarnya, Bimo tidak ingin masalah Syafa diungkit ke publik lagi. Syafa trauma. Kata bapaknya, dal
readmore Bab 76 Kejutan Ulang Tahun
Hampir tiga bulan lamanya Bimo sibuk berkutat dengan tumpukan buku dan jurnal yang harus ia terjemah
readmore Bab 77 Wisuda Bimo (1)
Hari wisuda pun tiba. Sejak pagi hari di kediaman keluarga Pak Cahyo sudah ramai dengan lalu lalang
readmore Bab 78 Wisuda Bimo (2)
Selesai acara pengukuhan, Bimo dan sahabatnya berkumpul di kafe milik Hadi. Acara kumpul ini sekalig
readmore Bab 79 Ciuman Pertama
Bimo dan Rayya kembali berkencan. Kali ini sesuai kesepakatan keduanya. Kencan kali ini haruslah suk
readmore
sukaa
30/05/2025
0mantap ceritanya
18/03/2025
0seruuu ceritanya
17/03/2025
0mantaaap
17/03/2025
0seruuu cerita nya menghibur di waktu waktu senggang
17/03/2025
0baguuss bngatt bab ini aku suka aku suka🤏🏻🤏🏻
04/12/2024
0kerenn banget cerita nya menenangkan
16/11/2024
0bagus
22/09/2024
0emm lumayan lah
18/08/2024
0bagus banget cerutanya
15/08/2024
0