Total : 120Bab 1
"Yeay... Alhamdulillah, aku lulus ." Naomi tak bisa menahan dirinya untuk tak bersorak girang setelah
readmore Bab 2
"Dasar jalang." Adrian mengumpat seraya tangannya melonggarkan simpul dasi dengan sekali sentakan ka
readmore Bab 3
Keadaan di ruang tamu rumah keluarga itu seketika kacau balau. Bukan barang-barangnya, tapi orangnya
readmore Bab 4
"Saya terima nikah dan kawinnya Naomi Diajeng Ayu dengan mas kawin tersebut tunai." Begitu kalimat sa
readmore Bab 5
Adrian baru selesai telponan dengan Tristan yang ia tugaskan mengikuti Elang, ketika matanya menangk
readmore Bab 6
"Ganti gaun kamu! Kita pulang ke rumah. Malam pertamanya di rumah aja," ucap Adrian dengan tersenyum
readmore Bab 7
"K—kamu mau ngapain, Mas?" Pertanyaan Naomi dibalas Adrian dengan pagutan kasar pada bibirnya. Adrian
readmore Bab 8
"Heuh! Bosan juga ya di kamar terus." Naomi yang masih bergumul di kasur, mengeluh seraya mengedarkan
readmore Bab 9
Jadi, wanita ini istri baru papa? Kenapa masih muda sekali? Cantik sih, tapi ahh, gue tetap tidak se
readmore Bab 10
Tin... Tiiin... Dengan tidak sabaran, Adrian membunyikan klakson mobil di depan pagar rumahnya. Biarl
readmore Bab 11
"Kamu lagi ngomong sama aku ya, Mas?" Sengaja, Naomi cuek pada Adrian yang tengah mengenalkan Elang p
readmore Bab 12
Adrian ini sama sekali bukan tipe yang peka apalagi romantis deh kayaknya. Pantas saja istrinya dulu
readmore Bab 13
Adrian sarapan pagi seorang diri. Tanpa kehadiran Naomi, juga Elang. Hanya ditemani Bi Inah yang be
readmore Bab 14
"Halo, Des. Kamu lagi apa? Aku kangen banget tau." Mata Naomi seketika berbinar begitu menangkap nam
readmore Bab 15
Wajah bi Inah sumringah layaknya orang baru menang undian begitu langkah malas Naomi tiba di dapur.
readmore Bab 16
"Apa lihat-lihat? Nggak senang, ya udah sana balik ke kamar!" ketus Naomi. Iba? Salah tempat. Kenapa
readmore Bab 17
"Halo, aku mau minta izin pulang ke rumah ayah ya." Adrian yang disibuki dengan berkas-berkas di meja
readmore Bab 18
"Ayah kalian paksa bekerja? Keterlaluan!" Naomi berang, mukanya merah padam karena tidak mendapati s
readmore Bab 19
"Apa pernikahan kamu tak bahagia, nak?" Ditanyai soalan seperti itu, putri mana yang akan langsung m
readmore Bab 20
"Makasih ya, Tris. Karena kamu, aku jadi nggak bosan keliling pasar malam sendirian." Naomi mengulas
readmore Bab 21
"Cuma apa?" tanya Adrian lagi dengan dagu yang terangkat. Susah payah Naomi menahan posisi tubuhnya.
readmore Bab 22
Argghhh! Naomi tidak akan menjerit dalam hati kalau saja dia bangun pagi dengan tubuh yang fresh. Li
readmore Bab 23
"Ponsel siapa sih itu yang bunyi? Berisik sekali tahu." Kesal Adrian seraya menutup kedua telinga se
readmore Bab 24
Sore hari, setelah membiarkan dirinya berdiam diri di kamar, hanya rebahan di kasur, akhirnya Naomi
readmore Bab 25
"Iya iya, aku diam aja deh." Naomi menyahut seraya mencebik bibirnya. Mau bagaimana lagi? Dari pada a
readmore Bab 26
"Nyonya!" Suara Bi Inah terdengar dari luar. Adrian menyugar rambutnya kasar ke atas, kesal karena ti
readmore Bab 27
"Mas, gimana? Udah enakan?" Adrian keluar dari kamar mandi dengan muka merah. Setelah apa yang terjad
readmore Bab 28
Seperti anak kecil, Naomi bertepuk-tepuk tangan girang begitu Bi Inah menghidangkan Soto yang tadi d
readmore Bab 29
Mau tak mau, Elang mengekori Bi Inah menuju ruang makan, walau pun pada akhirnya dia harus berhadapa
readmore Bab 30
"Ekhem... Ekhem... Ekhem..." Adrian berdehem tiga kali selagi membuka pintu kamar Elang dengan geraka
readmore Bab 31
"Duh, merah-merah banget lagi. Gimana cara ngilanginnya ya?" Selesai mandi, masih menggunakan handuk
readmore Bab 32
"Kenapa aku malah nggak kepikiran ya, Bik?" Naomi mengerjap beberapa kali sementara menunggu Bi Inah
readmore Bab 33
"Begini nih jadinya kalau kamu lebih mementingkan kejutan. Dibilang telpon aja Desy biar dia temuin
readmore Bab 34
"Makasih ya Mas, kamu mau menemani aku ketemu ayah sama Desy, terus berbelanja baju, banyak banget l
readmore Bab 35
"Tristan, besok pagi langsung ke ruangan saya. Ada yang perlu saya bicarakan sama kamu." Tut. Mematik
readmore Bab 36
"Kemarin kesal sama Elang, kok sekarang malah belajar bareng? Akrab banget lagi?" Adrian telah memacu
readmore Bab 37
"Karena aku udah ngomong jujur soal perasaan aku ke kamu, sekarang giliran kamu. Sebenarnya kamu itu
readmore Bab 38
Seminggu sudah berlalu. Naomi menjalani hari-harinya seperti biasa, tapi tidak lagi membosankan kare
readmore Bab 39
Di sekolah SMA Garuda. Elang tampak mengetuk-ngetuk lantai dengan kedua kakinya, gelisah menunggu Nao
readmore Bab 40
"Aku udah selesai mengambil rapot kamu, sekarang aku pulang. Nih rapotnya." Naomi memberikan rapot be
readmore Bab 41
"Bagaimana hasil rapotnya?" tanya Adrian pada makan malam setelah hari pengambilan rapot. Tidak bisa
readmore Bab 42
"Duh, kok cantik banget ya istri orang, jadi ngiri nih aku." Desy berseru dengan suara cemprengnya y
readmore Bab 43
"Des, aku mau ngenalin kamu sama seseorang, mau nggak?" Naomi bersenandung riang sambil menyiapkan ra
readmore Bab 44
Naomi membawa langkah lebarnya meninggalkan ruangan Adrian yang bahkan tak sempat ia masuki. Ia mara
readmore Bab 45
"Saya langsung pulang ya, Nyonya." Tristan pamit undur diri begitu saja menurunkan Naomi di depan pel
readmore Bab 46
Naomi tidak ikut makan malam, dan baru sekali tidak melihat sang istri bersamanya di meja makan, Adr
readmore Bab 47
"Ini dia nggak ke kantor apa gimana sih? Kok jam segini belum bangun juga?" Naomi berkacak pinggang,
readmore Bab 48
"Sial banget sih." Tak pernah terbayangkan oleh Adrian akan bermain solo sekali lagi. Rasanya menyaki
readmore Bab 49
Mesin mobil sudah dimatikan dari beberapa menit lalu, tapi Adrian masih duduk dengan gelisah dalam m
readmore Bab 50
"Mas, kamu yakin kita mau tidur seperti ini?" Untuk ke sekian kalinya Adrian dibuat mendesah. Kenapa
readmore Bab 51
"Naomi, kamu bilang tidak bisa jauh-jauh dari aku?" Suara Adrian menahan langkah Naomi yang bergerak
readmore Bab 52
Tok... Tok... Tok... "Nyonya, di bawah ada tamu." Wajah Bi Inah tampak tidak biasanya saat dia berbic
readmore Bab 53
"Mas, kata Bi Inah, kamu nggak suka banget sama ibu mertua kamu ya?" Naomi dan Adrian sedang duduk be
readmore Bab 54
"Cari siapa ya?" Naomi bertanya pada pria yang berdiri membelakanginya. Wajah ayu wanita muda itu dib
readmore Bab 55
Heuuuh. Naomi duduk di pinggir ranjang dengan kedua tangan bersidekap ke dada, dari mulutnya keluar h
readmore Bab 56
"Mas, kayaknya kamu punya masalah pribadi ya sama Leo?" Naomi bertanya bukan tanpa alasan. Dia menden
readmore Bab 57
Heuuuh. Lenguhan panjang nan seksi menjadi satu-satunya suara yang mendominasi ruangan kantor Adrian.
readmore Bab 58
"Aku percayakan semuanya sama kamu, Tris. Jadi jangan sia-siakan kepercayaan ini." Adrian berusaha b
readmore Bab 59
"Ngapain kamu masih di sini, Leo?" Naomi yang duduk di samping Adrian merasakan hawa ruangan di meja
readmore Bab 60
Di kamar Bi Inah. "Si Leo itu memang sering datang ke rumah ini sebelum-sebelumnya ya, Bi?" Seperti pe
readmore Bab 61
"Kayaknya Adrian udah benar-benar move on dari Regina, mama kamu." Di dalam taksi menuju ke hotel tem
readmore Bab 62
Selesai meeting, Adrian bergegas pulang karena waktu juga sudah menunjukkan pukul 3 sore. Tidak ada
readmore Bab 63
"Bodoh... Bodoh kamu Adrian. Apa yang kamu pikirkan? Apa yang kamu lakukan pada Naomi?" Adrian mondar
readmore Bab 64
"Aku dengar Naomi tidak enak badan, sekarang udah enakan ya?" Leo membuka suara sementara penghuni m
readmore Bab 65
"Tris, jangan keluar dulu. Ada yang ingin aku tanyakan padamu." Rapat baru selesai, beberapa karyawan
readmore Bab 66
"Mas, kamu yang nyiapin semua ini?" Naomi bertanya dengan tangan menutup mulutnya. Ia terkejut sekal
readmore Bab 67
Kegiatan panas mereka terus berlanjut. Kali ini Naomi didudukkan di atas westafel. Mereka berciuman
readmore Bab 68
Naomi kaget bukan main karena Adrian mengiyakan soal mereka akan menginap semalam lagi di hotel. Ast
readmore Bab 69
Keduanya kembali ke rumah. Naomi pun bisa menghirup udara segar. Bagaimanapun besar rumah ini, ada b
readmore Bab 70
Seminggu kemudian. Kehidupan kembali seperti biasanya, Adrian berangkat ke kantor, Elang mulai berse
readmore Bab 71
"Masa sih? Aku nggak percaya." Naomi sudah mendengar alasan Leo datang lagi ke rumah, dan itu sama s
readmore Bab 72
Argghhh! Mulut Naomi gatal sekali ingin menyumpahi, kenapa orang berdua ini diizinkan lahir ke dunia
readmore Bab 73
"Kamu juga ngusir aku pulang? Setelah apa yang aku lakukan untuk kamu?" Alih-alih menampilkan raut k
readmore Bab 74
"Mas, kamu kok tumben pulang cepat?" Naomi menyambut kepulangan Adrian di depan pintu utama dengan k
readmore Bab 75
"Kamu mau dimasakin apa hari ini, Mas?" Naomi bertanya seraya tangannya terampil memasangkan dasi ke
readmore Bab 76
"Jawab aku, Regina! Sudah berapa lama kamu bermain serong di belakangku? HA?" Ingatan tentang kejadi
readmore Bab 77
Naomi mendesah berat, memandang makanannya yang sudah dia buat susah payah, namun ditinggal pergi be
readmore Bab 78
"Bos, ada yang harus anda lihat!" Tristan masuk ke ruangan Adrian setelah lebih dulu mengetuk pintu
readmore Bab 79
"Mama ngapain ke mari?" tanya Elang lagi, pada sang mama yang berdiri beberapa meter di depannya. "El
readmore Bab 8
Sebelum Adrian masuk ke kamar. "Kamu ngapain sih harus nyamperin ke rumah segala? Sengaja mau buat Na
readmore Bab 81
Pagi keesokan harinya. Naomi telah bangun, menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang, memperhatikan san
readmore Bab 82
"Kenapa bisa kamu belum juga hamil? Kalian berdua subur, kan?" Mungkin kalau orang lain yang bertanya
readmore Bab 83
"Urusan penting apa sih? Perasaan kita tuh nggak akrab-akrab banget, jadi mana mungkin kamu punya ur
readmore Bab 84
Jantung Naomi sepertinya mau rubuh saat itu juga, ketika mobil Adrian yang masuk dan berhenti di dep
readmore Bab 85
Naomi semakin meracau saat ledakan kenikmatan itu semakin menuju puncaknya. Begitu pula Adrian yang
readmore Bab 86
Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Adrian mengajak Naomi ke Bandung menemui mamanya. Ada rasa
readmore Bab 87
Perjalanan selama dua jam lebih dari kediaman mereka di Jakarta ke Bandung rumah mama mertuanya, pun
readmore Bab 88
"Kalian akan menginap di sini, kan, sayang?" Mama Nawang bertanya saat mereka menghabiskan santai si
readmore Bab 89
Selesai makan malam. Naomi lagi-lagi asyik bercengkrama dengan mama mertuanya. Bercerita banyak hal
readmore Bab 90
Tristan tiba di Jakarta pukul 10 malam lewat. Ia tak sempat istirahat karena langsung mendatangi ala
readmore Bab 91
"Kalian beneran akan pulang hari ini?" Naomi dan Adrian sudah bersiap di kamar mereka, ketika Mama Na
readmore Bab 92
"Jadi kamu berhasil atau tidak membujuk saksi itu? Jawab aku, Tristan!" Rahang Adrian mengeras. Sungg
readmore Bab 93
Beberapa hari berlalu, tidak ada berita di media atau laporan ke kantor polisi soal tabrak lari yang
readmore Bab 94
"Jadi, bagaimana dokter, apa saya subur? Kami sudah menikah lebih dari 3 bulan, tapi aku tak kunjung
readmore Bab 95
Naomi menggeliat di balik selimut yang menutupi tubuhnya hingga pundak. Ia menggeliat karena merasa
readmore Bab 96
Dia nggak mual dan muntah-muntah lagi. Apa benar kemarin itu karena masuk angin, ya? Adrian yang hend
readmore Bab 97
Euuugh. Adrian melenguh panjang disertai geliat tubuhnya. Ia berbalik menghadap ranjang di samping l
readmore Bab 98
"Kok kecil sekali ya, Dok? Kayak upil. Dokter pasti salah nih." Interupsi Adrian sembari menunjuk la
readmore Bab 99
Adrian ke kantor seperti biasanya, meninggalkan Naomi sendirian di rumah. Tapi, Naomi tidak perlu kh
readmore Bab 100
"MAAAS!" Suara jeritan dari dalam kamar, sontak membuat Adrian dan Bi Inah saling pandang. Seketika,
readmore Bab 101
"Mas, ketemu es potongnya?" Adrian sudah cukup lelah dan kesal karena ulah Tristan, yah walaupun buka
readmore Bab 102
"Loh, mama? Kok datang ke mari nggak bilang-bilang dulu sih?" Naomi yang baru keluar dari kamar karen
readmore Bab 103
Naomi tersenyum lebar. Dia baru saja bertelepon dengan sang ayah, Arya Satya, membagikan berita baha
readmore Bab 104
"Mama pulang dulu ya, Dear. Kapan-kapan kita ketemu lagi." Naomi memasang tampang sedih lalu memeluk
readmore Bab 105
"Katanya Mas Adrian kamu mau ikutan, kok nggak jadi?" Naomi dan Desy sudah berada di salah satu cafe
readmore Bab 106
"Naomi, apa masih sakit?" Desy yang melihat Naomi meringis bertanya dengan wajah yang pucat. Sumpah d
readmore Bab 107
"Tris, tolong kamu cari tahu, siapa orang yang membuat Naomi celaka saat di mall." Tentu saja Adrian
readmore Bab 108
"Bi, di mana Naomi? Di mana menantu saya?" Seperti katanya kemarin, Mama Nawang akan kembali ke Jaka
readmore Bab 109
Adrian sudah diberitahu mamanya kalau sedang dalam perjalanan ke Jakarta, makanya pas jam makan sian
readmore Bab 110
Mobil Adrian kembali melenggang di jalanan yang ramai lancar siang hari itu. Tidak ada percakapan sa
readmore Bab 111
BRAK! Mobil Adrian menabrak gerobak cilor beserta penjualnya, walhasil ia mengerem mendadak dan kepal
readmore Bab 112
"Sebenarnya kamu ada masalah apa sih, Mas? Cerita dong sama aku." Naomi sudah melepas ciumannya. Kini
readmore Bab 113
"Gimana caranya aku mencari tahu soal berkas itu ya? Kenapa Mas Adrian menyimpannya?" Seminggu setela
readmore Bab 114
Adrian baru pulang dari meeting ketika Tristan juga pulang dari menemui Naomi, tapi tentu saja dia t
readmore Bab 115
Waktu terus berjalan. Masya, kakak tiri Naomi memilih berlutut di hadapan Naomi, alih-alih mendekam
readmore Bab 116
Adrian menjadi sangat kepikiran. Pasalnya, saat pulang dari kantor polisi kemarin, Naomi dengan seri
readmore Bab 117
"Nyonya, dari mana saja? Kenapa pulang-pulang, Nyonya menangis seperti ini? Apa yang sebenarnya terj
readmore Bab 118
"Sayang, Naomi, kamu baik-baik saja?" Adrian membantu istrinya itu duduk karena dilihatnya Naomi sep
readmore Bab 119
Bagaimana pun gundah gulananya hati masing-masing peran utama dari sebuah novel, novel tersebut haru
readmore Bab 120
Adrian pulang sekitar pukul 11 malam. Dia melangkah pelan memasuki kamar, tidak mau membuat suara se
readmore
kl update yang cepett ya soalnya cerita nya bagus bangetttt
08/05/2022
0bagusss cepetan lanjut😄
18/04/2022
4seru bangt
07/06
0mantap
15/03
0kok nga ada lanjutannya,, ceritanya baguss lohh,,, plisss lanjut dong ceritanya☺☺
06/11
0kerennn
18/10
0aku ksih 3 dulu ya entar klau seru aku isi 5 soalx bru mulai baca
12/10
0keren aku suka
20/09/2025
0bagus ceritanya tapi gk ada kelanjutan nya
23/08/2025
0semangat
12/08/2025
0