Total : 56Bab 1 Perjodohan Yang Dipaksa
Memiliki gelar cumlaude yang sedari dulu diusahakan dengan berjuang keras, merupakan hal yang membah
readmore Bab 2 Terkejut
Tak pernah Prama duga sebelumnya. Bahkan, ini sangat jauh dari perkiraan. Ternyata, calon istrinya a
readmore Bab 3 Hambar
Adhvela Ayung Pramesri. Seorang gadis yang belum menemukan jati diri sepenuhnya. Sudah terikat dalam
readmore Bab 4 Gunung
Dedaunan yang bergoyang-goyang karena tertiup angin. Peluh keringat menetes perlahan. Mendaki ribuan
readmore Bab 5 Disalahkan
Suara jangkrik di kesunyian malam. Jalan sepi, di tengah hutan yang rimbun. Adhve terjebak bersama k
readmore Bab 6 Kak Malika
Dibalik kesuraman, pasti ada setitik cahaya. Sama halnya dengan keluarga Adhve. Kedua orang tuanya y
readmore Bab 7 Di Warung Kelontong
Sudah bersiap akan kembali ke Tasikmalaya, kedua kakaknya juga bersedia menemani Adhve melakukan per
readmore Bab 8 Makian
"Adhve! Kata tetangga, kamu bantu ibu kantin jualan di sekolah?? benar begitu??" Mata Bu Kanaya s
readmore Bab 9 Masa Depan
Mengangkat kepala untuk menatap langit-langit ruangan. Helaan napas panjang hanya ia yang mampu mend
readmore Bab 10 Jatuh Cinta
Pipi bersemu. Hati berbunga-bunga. Kupu-kupu berterbangan di perut. Berbaring di kasur memeluk ponse
readmore Bab 11 Aturan Baru
Semenjak diputuskan aturan baru. Berangkat pulang kerja bersama Prama. Adhve juga meminta kepadanya
readmore Bab 12 Pertemuan Ke Dua
Pertemuan yang tak sengaja. Mata mereka saling tatap. Merasakan degup jantung yang berirama lebih ce
readmore Bab 13 Tukang Adu Domba
"Ekhm!! ekhm! tadi pagi saya di jalan ketemu tikungan! Lebih tepatnya tikungan yang baru dibangun!!"
readmore Bab 14 Gelisah
Semakin mendekati hari pernikahan. Adhve semakin merasa gelisah, tak nyaman, serta sedih. Pernikahan
readmore Bab 15 Kajian
Indah namun sesaat. Langka dan tak semua orang bisa menyaksikan keindahan pelangi di sore hari. Sete
readmore Bab 16 Tragedi
Baru saja menginjakan kaki di PT. Namun, sepanjang perjalanan mendapatkan tatapan sinis. Bahkan, tak
readmore Bab 17 Pemikiran Konyol
Kecepatan lari Adhve tak seberapa dengan laju mobil Prama. Sejauh bagaimanapun Adhve lari, Prama tet
readmore Bab 18 Lelah Dengan Semua
Satu pekan lagi, akan dilangsungkan pernikahan. Sepulang kerja, Prama mengajak Adhve ke rumah. Karen
readmore Bab 19 Pernikahan
Mengambil izin tidak masuk kerja. Sejak hari Kamis, untuk persiapan pernikahan. Adhve dan Prama akan
readmore Bab 20 Kota Tua Semarang
"Kalau kamu siap menikah, artinya kamu harus siap dengan segala peraturan yang ada. Umur kamu sudah
readmore Bab 21 Masa Lalu Prama
Asing. Itulah satu kata yang cocok diungkapkan ketika berada di tempat baru. Serta tinggal bersama k
readmore Bab 22 Sakit
Semenjak hari pertama masuk kerja, setelah izin nikah. Kanin dan Marfa semakin mendiami Adhve. Untuk
readmore Bab 23 Ke Psikolog
"Bu ... saya boleh nangis nggak?" Setelah sampai di tempat, dengan senang hati Psikolog yang bernama
readmore Bab 24 Tega Sekali Mereka
Dentingan sendok yang beradu dengan piring menjadi suara khas di pagi hari. Masing-masing fokus pada
readmore Bab 25 Pantai Karang Tawulan
Luka itu masih menancap. Jika dilepaskan, akan kembali seperti semula. Luka yang masih menganga disa
readmore Bab 26 Saya Takut
Berlibur ke tempat wisata merupakan hal biasa bagi Prama. Namun, menjadi luar biasa tatkala bersama
readmore Bab 27 Dimarahi Kembali
Tatapan itu. Tatapan yang membuat Adhve menelan salivanya. Sepulang dari sholat berjamaah Maghrib da
readmore Bab 28 Mas Prama
Menghabiskan kayu sampai jadi abu. Meskipun begitu, tetap ditambahkan lagi kayu bakar. Agar, kehanga
readmore Bab 29 Marah
Prama baru pulang dari Sumedang karena urusan pekerjaan. Serta membawa banyak oleh-oleh. Kebanyakan
readmore Bab 30 Merebut Kebahagiaan?
Adhve perhatikan, seharian Marfa banyak diam. Ketika Kanin berucap, "Cie .... diem dieman mulu!!" Se
readmore Bab 31 Maaf Kata Sederhana
Sudah naik di angkot, namun ban angkot yang Adhve tumpangi, tertusuk paku. Sedangkan si sopir, tidak
readmore Bab 32 Ponsel
Menuruti saran dari Bu Ayu. Adhve harus berusaha mencintai dirinya sendiri. Dimulai dengan mengenali
readmore Bab 33 Luka Dan Bahagia
Adhve pikir, ibu mertuanya memang benar-benar baik. Serta berbeda dengan yang Malika ceritakan. Bahw
readmore Bab 34 Ribut
Bersikap seolah tak terjadi apa-apa. Sesekali mencuri pandang kepada si ibu mertua. Sikapnya yang ra
readmore Bab 35 Lelaki Bijak
Ponsel sudah tidak disadap Bu Kanaya. Beliau juga tahu, jika ponsel Adhve baru. Meskipun awalnya tak
readmore Bab 36 Kebesaran Hati
Tak sengaja mendengar percakapan Kanin dan Marfa di WC. Di sini hanya ada tiga orang. Namun, mereka
readmore Bab 37 Tak Terduga
Hanya sebuah makan malam sederhana serta biasa. Namun, Bu Trika mengundang Faura, anak tetangga untu
readmore Bab 38 Okey Fine!
Tubuh menegang melihat fakta yang mencengangkan. Ternyata, Abya adalah putra dari Bu Ayu. Psikolog y
readmore Bab 39 Si Kanin Yang Toxic
Suka mengumpulkan serta menjual kembali kepada yang membutuhkan. Jika itu pedagang, maka akan banyak
readmore Bab 40 Cemburu Dengan Menantu
Raut wajah serta sorot mata terkadang, bisa menyimpulkan menunjukan isi hati. Namun, itu tidak selal
readmore Bab 41 Ikut Campur!
Tatapan itu semakin terang-terangan saja menunjukan rasa tak suka. Sinis dan mengintimidasi. Tak ada
readmore Bab 42 Demam
Baru sempat membuka ponsel, sudah mendapatkan pesan yang mampu membuatnya naik pitam. Ditambah lagi,
readmore Bab 43 Berlebihan
Teman hidup yang sangat romantis. Sengaja mengajak Adhve duduk berdua menikmati malam yang dingin. H
readmore Bab 44 Gramedia
Kembali ke Tasikmalaya, sama saja kembali menghadapi ibu mertua yang suka ikut campur urusan rumah t
readmore Bab 45 Menyesal
Aroma khas shampo mobil, mampu indra penciumannya rasakan. Menyiram mobil menggunakan air yang menga
readmore Bab 46 Tak Menyangka
"Sebelum mendidik anak, seorang perempuan harus mendidik dirinya sendiri terlebih dahulu. Agar, kara
readmore Bab 47 Red Velvet
Berhenti untuk tidak membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Fokus pada jalan masing-masing se
readmore Bab 48 Menstruasi Dan Keributan
Perut bagian bawah, semakin dibiarkan, semakin terasa nyeri. Apalagi, ketika menstruasi telah mengha
readmore Bab 49 Operasi
Keadaan lemas, bibir pucat serta kepala pusing. Setelah membeli obat pereda nyeri, langsung meminumn
readmore Bab 50 Melepaskan??
Selama tiga hari ini, Adhve tak pulang ke rumah. Bahkan, Prama seperti diteror oleh Bu Kanaya yang m
readmore Bab 51 Sadar Dengan Kesalahan
Di depan rumah, kepulangan Adhve ditatap sinis oleh Bu Trika. Ketika ia sedang menyilangkan kaki ser
readmore Bab 52 Oh Ternyata ...
Luka di hati memang tak nampak. Namun, bisa membekas selamanya. Mulut berucap "Tak apa-apa," ketika
readmore Bab 53 Ayah
Sejak sifat buruk Kanin diketahui Prama, ia memang tak lagi menyindir atau bahkan melabrak Adhve. Na
readmore Bab 54 Keluarga
Perut mual, kepala pusing, serta tak suka aroma nasi. Itulah yang Adhve rasakan di masa-masa hamil m
readmore Bab 55 Putri Kecil Adhve Dan Prama
"Ini adalah hari terakhir kamu kerja di sini. Setelah keluar dari PT, kamu harus fokus pada kehamila
readmore Bab 56 Melanjutkan Hidup
Perpisahan adalah hal terberat bagi setiap insan yang saling mencintai. Tidak ada yang menginginkan
readmore
sangat menarik
14/08/2025
0bgus bnget dan pada serua novelnya
01/07/2025
0sukaa banget dngn ceritanyaa
27/05/2025
0Bagus dan terharu mewakiliii juga sebagai anak bungsu
04/05/2025
0Kerenn kak
16/04/2025
0cerita bagus seruuuu🥰!!!!!
24/03/2025
0ceritanya baguss bangett, nex buat anak sulung yaa thorr
19/03/2025
0WAWW SANGAT KEREN
19/03/2025
0bagus novelnya
19/03/2025
0bagus banget cerita nyaa😍😍
17/03/2025
0