Total : 47Bab 1 Kakak Posesif
“Adik, ada kotoran di hidungmu,” kata Kalandra dengan sengaja sekali melembutkan nada bicaranya. Ora
readmore Bab 2 Kepergian Si Bungsu
Kala mulai mendapatkan kembali kesadarannya berkat suara Kavin yang terus memanggil- manggil. Namun,
readmore Bab 3 Dunia yang Terhenti
Semua tidak lagi sama. Suasana di rumah Keluarga Affandi yang sebelumnya sangat hangat dan bercahaya
readmore Bab 4 Ketidakwarasan Seorang Kakak
“Adik kesayangan akak, kamu gak ngliat ada orang kesusahan jalan, ya? Matanya di mana matanya, hu
readmore Bab 5 Melanjutkan Hidup
“Gila kamu, Kal!” bentak dua orang guru olahraga dan seorang teman dari kelas Kala secara bersamaan.
readmore Bab 6 Ilusi Seorang Kakak
Kesadaran dan kewarasan Kala kembali. Fisiknya sakit karena kakinya yang belum sembuh, kembali berma
readmore Bab 7 Kala is Back!
“Akhirnya kamu dateng, Kak. Sumpah, laper banget!” sapa Kala saat Naila masuk. Langkah Naila sempat t
readmore Bab 8 Si Gadis Misterius
Bosan menunggu jemputan, Kala berjalan menyusuri trotoar setelah mengirim pesan pada Naila jika ia a
readmore Bab 9 Kembali ke Masa Lalu
“Aku bisa mengembalikan waktu!” umum El. Ia mengatakannya dengan nada anak kecil yang sedang sok<
readmore Bab 10 Berawal di 2023
Kala lari sprint dari gang sempit menuju ke rumahnya yang berjarak sekitar satu setengah kilometer.
readmore Bab 11 Misi Memperbaiki Kesalahan
“Mau pindahan ke mana, kok bawaannya banyak banget?” sapa Naila yang melihat Kala memikul sebuah gul
readmore Bab 12 Si Pahit Lidah
Kala mengangkat tubuh sang adik dan mendudukkannya di sofa. Bu Tiara dan Indira sibuk mencari kompre
readmore Bab 13 Insiden Kebakaran
Kala langsung menghubungi nomor adiknya. Belum ada semenit menunggu, ia tidak sabar. Ia matikan dan
readmore Bab 14 Mendadak Jadi Superhero
Kala terbangun dengan kaget, lalu meringis merasakan bagian tubuh kanannya yang sakit dan perih. “Kir
readmore Bab 15 Beban Pikiran
Arga sudah sejak setengah jam yang lalu menunggu Kala di gerbang sekolah demi bisa menjadi asisten y
readmore Bab 16 Gigi Si Bungsu
SMA Pelita Harapan memulai pagi dengan kehebohan yang diciptakan oleh— siapa lagi jika bukan Kalandr
readmore Bab 17 Perkara Cabut Gigi
Hanya berselang dua hari saja setelah Kavin melakukan operasi pencabutan gigi bungsunya, giliran Kal
readmore Bab 18 Tidak Jadi Putus
Kala membuka mata dan kembali merasa tubuhnya lemas sekali. Ia benar- benar trauma berurusan dengan
readmore Bab 19 Kala Jadi Pintar?
Kala semakin menjadi- jadi dalam membuat keonaran di sekolah sebagai bentuk pelampiasan masa absen k
readmore Bab 20 Check Up Jantung
“Raja, minta duit, dong!” kata Kala seraya melangkah menghampiri sang papa yang sedang duduk menonto
readmore Bab 21 Lolos Dari Takdir Kematian
“Oh, adek!” teriak Indira dan Bu Tiara yang melihat si kembar memasuki halaman rumah. Ketiga wanita l
readmore Bab 22 Ingin Melindungi
“Adek ….” Kavin tak mengijinkan sang kakak melanjutkan ucapannya. “Ngomong sekali lagi kuseret keluar
readmore Bab 23 Perundungan
Ujian kenaikan kelas akhirnya berakhir. Para siswa keluar dari ruang kelas masing- masing setelah me
readmore Bab 24 Amarah Kala
“Adek belum pulang juga. Kamu masa gak tau dia di mana, Kal!” tegur Indira. Kala baru saja pulang dar
readmore Bab 25 Demi Adik
Berbekal informasi yang didapatkan dengan cepat dari para teman, Kala menemukan rumah Aziz dengan ce
readmore Bab 26 Kala VS Kavin
“Kala, Kavin kayaknya mau berangkat sekolah. Tapi kenapa pagi- pagi banget! Tadi kebetulan aku liat
readmore Bab 27 Video Pelecehan
Kavin berharap pihak sekolah tidak tahu mengenai keadaan Kala, sehingga ia bisa berdiskusi dengan Ka
readmore Bab 28 Bantuan Sosok Baru
“Apa tidak apa- apa jika kita membahasnya dengan banyak orang?” tanya Zul. Melihat prospek yang bagus
readmore Bab 29 Jalan Keluar
Kala menghela nafas panjang- panjang. Ia tidak menyukai teman semacam Zul, tapi ia sangat membutuhka
readmore Bab 30 Mengunjungi Musuh
Kinan berharap bisa menjenguk dan memiliki waktu berdua saja dengan Kala, tapi Aldo dan Agung memaks
readmore Bab 31 Saling Membuka Kartu As
Kini Kala, Zul, dan Marco duduk berhadap- hadapan di kamar Marco yang berukuran tiga kali lebih luas
readmore Bab 32 Sosok Hebat tapi Angkuh
“Selain sama adekku, aku belum pernah sekagum ini sama seseorang,” ungkap Kala. “Harusnya diskusi ta
readmore Bab 33 Banteng Gila VS Macan Kumbang
Tidak ada hal merugikan yang terjadi pada Kavin setelah masalahnya diselesaikan oleh Kala dan Zul. M
readmore Bab 34 Muntah Darah
Kala mulai merasa tidak nyaman dan ada sesuatu yang bergerak naik dari dalam perutnya. Oleh karena i
readmore Bab 35 Lima Paragraf Untuk Adek
Tetap bisa mengikuti kegiatan perlombaan seperti biasa, bukan berarti Kala sudah sembuh. Ia hanya me
readmore Bab 36 Savanah in You
Perlombaan sudah mulai memasuki babak- babak final untuk cabang olahraga. Panggung pementasan seni u
readmore Bab 37 Sakit Tapi Gengsi
Seluruh siswa SMA Pelita Harapan 1 hanyut dalam alunan lagu ballad yang dinyanyikan oleh salah satu
readmore Bab 38 Butuh Obat Kuat
Hari minggu yang cerah dan ceria bagi keluarga Affandi. Seperti yang biasa dilakukan, seluruh anggot
readmore Bab 39 Firasat Kematian
Kavin menyempatkan diri mampir ke papan pengumuman setelah desas- desus hasil lomba cerpen diumumkan
readmore Bab 40 Putus Asanya Seorang Adik
“Kok kamu di sini, Dek? Ada apa?” tanya Indira yang mendapati Kavin sedang berjongkok di depan kamar
readmore Bab 41 Harga Satu Nyawa
Kala terbangun tengah malam dan melihat Naila serta Bu Tiara tidur di sofa dengan wajah- wajah yang
readmore Bab 42 Kepulangan Kala
Satu bangku kosong di kelas Kavin, XI IPA 1, belum pernah diduduki oleh pemiliknya sejak kenaikan ke
readmore Bab 43 Come Back to School
“Kamu beneran gak papa, Kal?” tanya Kavin memastikan lagi ketika mobil yang mengantar mereka akhirny
readmore Bab 44 Jika Aku Pergi
Ini sudah hampir seminggu Kala bisa mengikuti kegiatan belajar di sekolah dengan lancar. Namun, kali
readmore Bab 45 Satu Kembar Harus Mati
Keadaan Kala semakin memburuk. Dokter bahkan sudah mengatakan jika keluarga harus bersiap dengan kem
readmore Bab 46 Sama- Sama Menyerah
Kavin melangkah masuk dengan kepala tertunduk dan tanpa semangat sama sekali. Percakapannya dengan E
readmore Bab 47 Goodbye and Welcome
Kala melihat sang adik mengunci pintu dari dalam. Ia tak tahu apa yang akan dilakukannya, tapi Kala
readmore
bgusss
27/12
0bagus
29/10
0cerita sangat seru dan lucu
28/10
0mantap
20/09/2025
0bagus sekali
21/07/2025
0Sangat cocok
19/07/2025
0cerita nya sangat menarik
17/07/2025
0bagus sekalii
11/07/2025
0mantapp
06/06/2025
0debest banget🥰🥰
04/06/2025
0